You are here : Home > Teen > Me Vs World
Karakter Siswa Dilihat dari Posisi Tempat Duduk di Kelas
16 April 2013 | 3655 kali dibaca
Simak!

Duduk di depan, tengah atau belakang di kelas memang menjadi pilihan. Hal itu mungkin sering dianggap sepele oleh sebagian siswa. Namun, posisi ternyata menentukan prestasi. Salah satu pengaruh yang paling besar dirasakan adalah mood dan niat kita mengikuti pelajaran.

Pelajari dulu nih, peta posisi bangku berikut karakternya berikut ini:

Wilayah Depan - Ahli Strategi

Wilayah ini bisa dibilang tempat siswa yang jago berstrategi. Ada dua ahli strategi di posisi ini. Pertama, strategi untuk kebaikan. Mereka ini tampil jadi siswa yang selalu ingin fokus belajar. Karakter mereka biasanya akrab dengan guru, sering berkomunikasi dengan guru, bahkan nggak jarang jadi “asisten pribadi” yang kerap membantu guru. Berharap nilai bagus, bisa jadi salah satu tujuan mereka.

Kedua, ahli strategi yang menganut prinsip tempat berbahaya adalah tempat teraman. Nah, penganut prinsip ini adalah siswa yang sebenarnya malas belajar, tapi biar nggak ketahuan makanya merka duduk di depan. Maklum guru-guru lebih “awas” matanya merhatiin siswa yang duduk di belakang.

Wilayah Tengah - Bisa Diatur

Karakter penghuni bangku tengah ini adalah sosok yang santai dan mencari aman dari “ancaman” seperti maju ke depan kelas untuk mengerjakan soal yang diberikan guru. Mereka bisa ribut di sebuah kesempatam, bisa juga sangat diam di situasi lainnya.

Bisa dibilang para penghuni “tengah” ini diisi oleh siswa yang nggak pengen terlihat menonjol. Biasanya, karakter mereka lebih santai dibanding mereka yang duduk di depan. Nggak jarang, penghuni tengah ini sebeneranya pusat dari segala “keributan” yang terjadi di dalam kelas.

Wilayang Belakang - Kumpulan Kreatif

Cap yang udah kadung nempel di siswa yang duduk di belakang adalah pembuat onar, kegaduhan, perkumpulan penghuni kelas yang doyan main saat jam pelajaran. Hal ini bisa jadi karena penghuni bangku belakang jauh dari pengawasan guru di kelas. Padahal pada kenyataannya, penghuni belakang ini malah kerap mendapat perhatian para guru.

Jangan anggap mereka bodoh, para siswa yang menduduki bangku belakang ini justru terkenal lebih kreatif. Karena guru killer biasanya mengawasi mereka sangat sering. Warga belakang juga semakin kreatif mencari strategi agar “kegiatan” mereka di belakang nggak tercium guru di depan kelas.

Related Articles
30 Oktober 2014 | 19 kali dibaca
30 Oktober 2014 | 16 kali dibaca
30 Oktober 2014 | 20 kali dibaca
Comments
comments powered by Disqus
Kebijakan Privasi | Ketentuan Layanan | Tentang Kami

Copyright © www.gramediamajalah.com
All Right Reserved 2014